Tempat belanja online busana muslim mulai dari Gamis, blus, kaos, jilbab, kerudung, baju koko untuk pria dengan harga terjangkau.
Showroom
Jln Swadaya II A No. 3 Poltangan Tanjung Barat Jakarta Selatan
- (021)93329422, 081316209621, 082125437448, 0878 89316065
email : rumahmadina@gmail.com
Boneka Berbalut Busana Muslim Indah
Ternyata Mainan dapat mendukung proses tumbuh kembang dan daya nalar anak kecil. Bagi kebanyakan anak perempuan, boneka merupakan salah satu pilihan favorit mereka. Mengenalkan busana muslimah melalui boneka bisa jadi cara cukup efektif memperkenalkan busana muslim itu pada anak.
Berangkat dari kekhawatiran terhadap putrinya yang tidak memiliki mainan bernuansa islami, Sukmawati Suryaman bersama sang suami terpikir untuk berwirausaha. Sehingga akhirnya mereka membuat usaha Boneka Salma sebagai media pendapatan sekaligus dakwah.
“Ide awal berangkat dari keinginan memiliki usaha sendiri. Karena saya punya balita, usahanya tidak jauh dari jauh dari anak, maka memutuskan untuk usaha membuat boneka, saat itu yang terjadi pada boneka jarang yang mengenakan busana muslimah,” ujarnya saat ditemui Republika Online di kediamannya, Depok, jawa Barat.
Meski usaha sejenis telah ada di luar negeri sekitar tahun 2000 dan kemudian menjalar di Indonesia tahun 2003, usaha yang dirintis tahun 2006 ini lantas berkembang pesat. Nuansa berbeda dan islami menjadikan boneka Salma terjual hingga seantero nusantara dan luar negeri seperti Malaysia, Sinagpura, Brunei, Jerman dan Inggris.
“Karena ternyata penggemar boneka ber busana muslim tidak hanya diminati kalangan muslim. Ada juga non muslim yang tertarik karena dianggapnya boneka Salma merupakan boneka khas muslim,” ungkapnya.
Sambutan luar biasa kemudian mengiringi kehadiran Boneka Salma. Menurut Sukma, banyak pihak yang merasa keberadaan boneka Salma selain menjadi sarana bermain anak tapi turut meperkenalkan anak dengan busana muslim.”Bahkan ada yang merasa keinginan adanya boneka yang berbusana muslim terwujud,” terang Sukma.
Setiap model busana yang ditawarkan persis dengan busana yang sering dilihat. Begitu cantik dengan padanan motif yang unik dengan detil yang begitu diperhatikan. Lihat saja paduan warna yang dikenakan dengan motif beragam seperti bunga, ornamen-ornamen cantik begitu pas. Belum lagi balutan jilbab dengan busana menambah kesan cantik dan anggun.Terkadang sulit untuk melihatnya sebagai mainan tapi memang hanya mainan.
Konon, bahan yang digunakan pun tidak sembarangan dengan memperhatikan keawetan dan ketahanan bahan. Pilihan bahan pun jatuh pada kain satin, katun dan pada pesanan tertentu juga menggunakan bahan batik. Dengan hanya bermodalkan satu meter setengah bahan katun dan satin yang dicari di pasar Tanah Abang bisa menghasilkan 15 atau 20 setelan baju. Meski proses menjahit hanya menggunakan mesin jahitan konvensional justru membuat tingkat detail dan kerapihan busana begitu terjaga.
Ikuti Tren
Desain baju boneka Salma dibuat sendiri dengan menilik perkembangan mode melalui media elektronik dan media cetak. ” Modelnya, dibuat sendiri bersama dengan suami terkadang keluarga juga turut beri masukan,” tutur Sukma. Jika konsumen menghendaki model lain atau ingin membuat model sendiri pun diperbolehkan.
Kualitas memang menjadi perhatian Sukma ketika memproduksi boneka Salma. Berbekal masukan dan Komunikasi dengan produsen boneka berbusana muslim lain turut membantu Sukma untuk mempertahankan kualitas dan standar mutu. Hal itu pula yang menjadikan kompetisi diantara produsen boneka berbusana muslim tidak begitu terasa. Pasalnya, kata Sukma, sesama produsen tidak pernah merasa berkompetisi karena meiliki tujuan yang sama yakni memperkenalkan busana muslim sejak masa kanak dan mengajarkan nilai-nilai keislaman sedari awal.
Meski tidak terkena dampak langsung dari krisis ekonomi yang menimpa Indonesia belakangan bukan berarti tanpa masalah. Kesulitan sumber daya manusia untuk mengembangkan boneka Salma begitu menyita perhatian Sukma. Mengingat sebagian besar karyawan yang dipekerjakan Sukma merupakan ibu-ibu rumah tangga yang ingin mengisi waktu luang. Keadaan demikian menyulitkan Sukma untuk mengejar target. Terlebih usaha yang digelutinya tergolong bermodal sedikit dan waktu.
Akan tetapi, hal itu tidak serta merta menjadikan Sukma patah arang menjalankan usahanya. Pernah suatu kali, warga negara Inggris pernah memesan 50 buah boneka Salma. Namun, gagal masuk ke Inggris dikarenakan terkena standar keamanan setempat terhadap mainan. Hasilnya, boneka Salma hingga kini hanya bisa masuk ke luar negeri dengan penjualan personal bukan dalam jumlah besar.
Selain menjalankan usaha Boneka Salma selain untuk mencari nafkah, Sukma juga menggunakannya sebagai sarana untuk berdakwah. Menurut Salma, informasi untuk anak-anak saat ini memang begitu jauh dari nuansa Islami. Dengan usahanya, boneka Salma diharapkan bisa mengimbangi informasi yang diperoleh anak tentang gaya berbusana muslim.
Walau dari segi materi tidak seberapa tapi kepuasan batin untuk belajar berdakwah melalui boneka Salma menjadi pertimbangan utama. Motif membantu tetangga untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga karyawannya juga menjadi kepuasan lain.
Terkait harga, untuk memperoleh boneka cantik Salma, konsumen hanya mengeluarkan uang 50 ribu rupiah hingga 65 ribu rupiah sedangkan untuk aksesoris hanya 25 ribu rupiah. Konsumen tidak perlu khawatir dengan isu penggunaan bahan berbahaya yang dipakai untuk membuat boneka,karena Sukma menjadin keamanan boneka terhadap anak-anak. (cr2/rin)
republika online
